Pentingnya Mengenali Gejala Biang Keringat Pada Bayi

Biang keringat pada bayi menjadi salah satu masalah kulit yang sering muncul. Nah Anda sebagai orang tua perlu untuk mengetahui apa saja tanda dari biang keringat yang muncul, dan berusaha tidak panik dengan cara mewaspadai gejala biang keringat pada bayi.

Biang Keringat Pada Bayi

Mengenal Biang Keringat

Biang keringat merupakan ruam kecil yang memiliki warna merah dan menonjol. Penyakit ini biasanya terasa gatal dan perih pada kulit, serta memberi rasa menyengat. Biang keringat bisa muncul di bagian tubuh mana saja, biasanya beberapa hari setelah terkena paparan suhu panas atau lembab.

Sementara itu, biang keringat pada bayi sering disebut dengan miliaria. Gangguan kulit ini sering ditemukan pada lipatan kulit, misalnya leher, ketiak, siku, dan juga selangkangan.

Penyebab Biang Keringat

Penyakit ini biasa terjadi karena adanya penyumbatan saluran keringat. Karena adanya penyumbatan, maka menimbulkan penggumpalan, terpicu dari bakteri yang tidak berbahaya di bawah lapisan kulit. Penumpukan keringat ini akhirnya menyebabkan iritasi berbentuk bercak merah. Pori-pori kulit kecil yang dimiliki bayi dan balita menjadi faktor yang berperan membuat mereka sering terkena biang keringat.

Jenis dan Gejala Biang Keringat

Berdasarkan level sumbatan dari kelenjar keringat, biang keringat ini terbagi menjadi 3 tipe, diantaranya :

  1. Miliaria kristalina

Untuk tipe ini sumbatan terjadi di permukaan saluran kelenjar keringat yaitu di lapisan stratum korneum. Gejala yang biasa muncul adalah benjolan dengan ukuran sangat kecil, namun berwarna jernih, dan rapuh.

 

  1. Miliaria Rubra

Tipe yang kedua, sumbatan terjadi pada lapisan yang lebih dalam dibandingkan dengan tipe pertama, yaitu epidermis. Gejala yang tampak tentu lebih berat, seperti bintik dan benjolan yang gatal.

 

  1. Miliaria Profunda

Pada tipe ini sumbatan terjadi pada lapisan yang lebih dalam lagi, yaitu di area dermoepidermal. Benjolan yang timbul lebih besar dari tipe sebelumnya dan memiliki warna kemerahan.

Ketika bayi mengalami masalah kulit seperti benjolan, bintik-bintik, atau ruam yang menyebar, tentu akan muncul keraguan apakah masalah tersebut alergi, biang keringat, atau infeksi. Perbedaan dari ketiga masalah tersebut, perlu didiagnosis dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang kompeten.

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Bayi Terkena Biang Keringat

Biang keringat ini sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya. Jika bayi Anda terkena biang keringat, harus menghindarkannya dari paparan sinar matahari. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan biang keringat adalah dengan memindahkan bayi ke ruangan yang sejuk, memakai topi ketika berada di luar rumah, memakai pakaian dengan bahan katun, dan mengoleskan lotion dari bahan kalamin.

Kapan Harus ke Dokter?

Walaupun bukan termasuk penyakit ringan, namun biang keringat ini bisa berpeluang memunculkan infeksi. Segera datang ke dokter, jika bayi memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius dan ruamnya tidak menghilang setelah 4 hari, apalagi jika muncul demam, keluar nanah, atau kelenjar getah benin yang membengkak di telinga atau ketiak.

Karakteristik Biang Keringat Akibat Sumbatan Pada Kelenjar Keringat

Berikut ini beberapa karakteristik dari biang keringat :

  1. Munculnya bintik-bintik kecil, terasa gatal dan menyengat
  2. Biang keringat muncul ketika seseorang berkeringat lebih banyak dari hari-hari biasanya. Misalnya ketika suhu udara panas atau lembab dan iklim tropis
  3. Umumnya biang keringat muncul di area yang tertutup pakaian. Sehingga panas yang terjebak di permukaan kulit menjadi pemicu keringat keluar lebih banyak dan kelenjar keringat menjadi tersumbat.

Demikian informasi mengenai biang keringat pada bayi. Dengan menyimak informasi di atas, Anda sebagai orang tua bisa lebih mengerti masalah kulit yang biasanya dialami oleh bayi ini.

Tags :

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *